Indonesia menghasilkan sekitar 57 juta ton sampah setiap tahun. Angka ini kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Sebagian besar sampah berasal dari kawasan perkotaan dengan dominasi sampah rumah tangga. Plastik sekali pakai masih menjadi kontributor terbesar yang sulit terurai.
Baca juga: Ketua Ombudsman Tersangka Suap Rp 1,5 M Punya Harta Rp 4,1 M
Selain itu, pengelolaan sampah di sejumlah daerah dinilai belum optimal. Tempat pemrosesan akhir masih bergantung pada sistem penimbunan, bukan pengolahan berkelanjutan.

Baca juga:Curhat Pengguna Yamaha XMAX: Plus dan Minus
Pemerintah mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan dan daur ulang. Program bank sampah dan ekonomi sirkular terus diperluas.
Namun, tantangan utama terletak pada perubahan perilaku masyarakat. Kesadaran memilah sampah masih rendah di banyak wilayah.
Di sisi lain, sampah yang tidak terkelola berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius. Pencemaran tanah, sungai, hingga laut menjadi ancaman nyata.
Dengan volume sampah yang terus meningkat, pengelolaan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak. Kolaborasi pemerintah, industri, dan masyarakat dinilai penting agar persoalan sampah tidak terus berulang.