Jumat, 2 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
tajasabjibazar.comtajasabjibazar.com
tajasabjibazar.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Pertanyaan Ibu-Ibu Muda: Cara Hemat Listrik & Rawa...

Pertanyaan Ibu-Ibu Muda: Cara Hemat Listrik & Rawat Rumah di Kota

Jawaban jujur untuk pertanyaan paling sering ditanya keluarga kecil soal hemat energi dan rawat barang di rumah sempit kota.

Pertanyaan Ibu-Ibu Muda: Cara Hemat Listrik & Rawat Rumah di Kota

Gue sering banget dapat DM dari temen-temen sesama ibu muda di Jakarta, Bekasi, atau Tangerang. Pertanyaannya hampir selalu sama: "Gimana sih caranya biar tagihan listrik nggak bikin jantung copot, tapi rumah tetap adem dan barang-barang awet?"

Pertanyaan itu wajar banget. Rumah di kota besar biasanya kecil, penghuninya padat, dan cuaca makin panas. AC nyala terus, kulkas penuh, mesin cuci jalan tiap hari. Belum lagi barang-barang yang cepat rusak karena kelembapan atau pemakaian berlebihan. Jadi kali ini gue mau jawab pertanyaan-pertanyaan itu satu per satu, berdasarkan pengalaman gue sendiri ngurus rumah petak 36 meter persegi sama suami dan satu balita.

Listrik Boros Itu Sebenarnya Salah Siapa?

Banyak yang nyalahin AC. Padahal menurut gue, biang keroknya sering kali bukan AC-nya, tapi kebiasaan kita. Gue pernah cek tagihan listrik sendiri selama tiga bulan berturut-turut, dan hasilnya bikin kaget: AC cuma nyumbang sekitar 40 persen. Sisanya? Pemanas air, setrika, rice cooker yang dibiarkan "warm" seharian, dan charger yang tetap nyantol walau nggak dipakai.

Jadi kalau kamu tanya, "AC gue salah nggak sih?" jawabannya: belum tentu. Coba deh cek dulu hal-hal kecil ini:

  • Cabut charger dan adaptor kalau nggak dipakai. Ini kelihatan sepele, tapi kalau ada lima charger nyantol 24 jam, sebulan bisa nambah puluhan ribu rupiah.
  • Matikan rice cooker begitu nasi matang. Kalau mau tetap hangat, pindahkan ke termos nasi. Jauh lebih hemat.
  • Setrika sekaligus banyak. Jangan nyetrika satu-satu tiap hari. Panas setrika butuh energi besar di awal, jadi mumpung sudah panas, sekalian saja.
  • Ganti lampu ke LED. Ini investasi kecil yang balik modal dalam 2-3 bulan.

Gue sendiri dulu termasuk orang yang malas cabut charger. Sampai suatu hari suami hitung-hitungan dan ketawa: "Sayang, kita bayar listrik buat ngisi daya hp yang udah penuh." Sejak itu gue kapok.

AC: Musuh atau Teman? Ini Jawaban Jujurnya

AC itu bukan musuh. Yang jadi musuh adalah cara kita pakainya. Pertanyaan yang paling sering muncul: "Suhu AC ideal berapa biar hemat tapi tetap dingin?"

Jawabannya: 24-25 derajat Celsius. Banyak yang set 18 derajat karena merasa "biar cepet dingin". Padahal AC bekerja lebih keras, kompresor nyala terus, dan listrik melonjak. Kalau ruangan sudah dingin, AC malah mati-nyala terus yang justru bikin kompresor cepat rusak.

Tips kecil yang efeknya besar

Cuci filter AC sebulan sekali. Ini nggak bohong, filter kotor bikin AC kerja dua kali lebih berat. Gue pernah lupa nyuci selama tiga bulan, dan begitu dibersihkan, tagihan listrik langsung turun sekitar 8 persen. Nggak banyak, tapi lumayan buat beli susu anak.

Selain itu, tutup pintu dan jendela saat AC nyala. Kedengarannya obvious, tapi gue masih sering lihat tetangga yang pintunya kebuka lebar sambil AC nyala. Ya pasti boros, dong.

Hemat energi itu bukan soal pelit, tapi soal sadar. Sadar bahwa setiap rupiah yang kita keluarkan itu hasil kerja keras.

Barang Cepat Rusak? Mungkin Cara Rawatnya yang Salah

Pertanyaan kedua yang sering masuk: "Kenapa ya barang di rumah gue cepet rusak? Padahal baru beli setahun."

Nah, ini biasanya bukan karena barangnya jelek, tapi karena kita nggak tahu cara rawatnya. Di kota besar, masalah utamanya ada dua: kelembapan dan debu. Dua hal itu diam-diam merusak barang dari dalam.

Contoh paling nyata: mesin cuci. Banyak yang langsung tutup pintunya setelah selesai mencuci. Padahal bagian dalam masih lembap. Akibatnya karet seal jamuran, bau apek, dan lama-lama mesin rusak. Solusinya gampang: biarkan pintu mesin cuci terbuka minimal satu jam setelah dipakai.

Untuk kulkas, jangan isi terlalu penuh. Sirkulasi udara di dalam kulkas butuh ruang. Kalau terlalu padat, kulkas kerja lebih keras dan makanan di belakang malah cepat busuk. Gue dulu suka belanja bulanan sekaligus dan ngejejelin kulkas. Sekarang gue belanja dua minggu sekali biar ada ruang napas.

Barang elektronik dan kelembapan

TV, laptop, dan kipas angin di kota besar gampang berdebu. Bersihin minimal seminggu sekali pakai kain microfiber. Jangan pakai air, apalagi cairan pembersih yang mengandung alkohol tinggi karena bisa merusak lapisan layar.

Untuk barang berbahan kayu atau rotan, jauhkan dari jendela yang sering kena hujan. Kelembapan bikin kayu mengembang lalu retak saat kering. Kalau rumahmu dekat sungai atau daerah rawan banjir, pertimbangkan beli dehumidifier kecil. Harganya sekarang cukup terjangkau, dan efeknya ke semua barang di rumah terasa banget.

Pertanyaan Soal "Investasi" Barang Rumah Tangga

Ini pertanyaan yang agak jarang tapi penting: "Sebaiknya beli barang murah sering ganti, atau mahal sekali pakai lama?"

Jawaban gue: tergantung barangnya. Untuk barang yang sering dipakai dan berhubungan dengan listrik atau air, beli yang kualitasnya bagus. Contohnya kulkas, mesin cuci, dan AC. Barang-barang ini kalau murah biasanya cepat rusak dan justru lebih boros listrik.

Tapi untuk barang dekorasi, wadah plastik, atau keset, beli yang murah aja nggak masalah. Nggak perlu gengsi. Rumah tangga itu soal fungsi, bukan pamer.

Satu lagi yang sering ditanya: "Gimana cara tahu barang sudah waktunya diganti?" Jawabannya sederhana. Kalau biaya perbaikannya sudah lebih dari 50 persen harga baru, mending ganti. Dan kalau barang itu sudah bikin tagihan listrik naik terus walau pemakaian sama, itu tanda umurnya habis.

Gue sendiri pernah nahan kulkas tua selama dua tahun karena sayang. Ternyata tagihan listrik naik terus, dan akhirnya tetap harus beli baru juga. Pelajaran mahal, tapi sekarang gue lebih bijak.

Yang Paling Penting: Konsisten, Bukan Sempurna

Nggak perlu langsung ubah semua kebiasaan dalam sehari. Mulai dari satu hal dulu: cabut charger, cuci filter AC, atau buka pintu mesin cuci setelah dipakai. Lakukan konsisten selama sebulan, dan kamu akan lihat bedanya di tagihan dan kondisi barang.

Rumah tangga itu maraton, bukan sprint. Yang penting kita terus belajar, dan nggak malu tanya. Kalau ada pertanyaan lain soal perawatan barang atau hemat energi, tulis aja di kolom komentar. Siapa tahu pengalaman gue bisa bantu kamu juga.

Tags: hemat listrik perawatan rumah keluarga muda tips rumah tangga hidup hemat