Sabtu, 17 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
tajasabjibazar.comtajasabjibazar.com
tajasabjibazar.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Stop! 5 Kebiasaan Ini Bikin Listrik Rumah Pensiuna...

Stop! 5 Kebiasaan Ini Bikin Listrik Rumah Pensiunan Boros

Banyak pensiunan tanpa sadar boros listrik dan merusak barang karena kebiasaan lama. Ini cara gampang menghindarinya.

Stop! 5 Kebiasaan Ini Bikin Listrik Rumah Pensiunan Boros

Gue sering ngobrol sama tetangga yang sudah pensiunan. Rata-rata mereka cerita hal yang sama: "Listrik kok makin mahal ya, padahal isi rumah cuma berdua." Padahal kalau ditelusuri, masalahnya bukan tarif yang naik, tapi kebiasaan lama yang masih kebawa sampai sekarang. Kebiasaan yang dulu aman-aman aja waktu masih kerja, tapi begitu pensiunan dan lebih banyak di rumah, justru jadi sumber pemborosan.

Nah, ini beberapa kesalahan yang paling sering gue temui, plus cara gampang ngatasinnya. Nggak perlu beli alat mahal, cukup ubah kebiasaan kecil.

1. Nyalain AC Seharian Tapi Jendela Masih Kebuka

Ini klasik banget. Banyak pensiunan yang sekarang lebih sering di rumah, jadi AC nyala dari pagi sampai malam. Masalahnya, jendela atau pintu sering lupa ditutup rapat. Ya iyalah AC kerja keras terus, listrik melonjak, dan mesin AC cepat rusak.

Coba deh cek dulu: kalau AC nyala, pastikan semua celah tertutup. Kalau siang hari sebenarnya nggak terlalu panas, cukup pakai kipas angin atau buka jendela lebar-lebar. Ada baiknya juga pasang timer AC supaya mati otomatis jam 2 pagi. Pengalaman gue, trik sederhana ini bisa potong tagihan listrik sampai 20 persen sebulan.

Servis AC Jangan Nunggu Rusak

Banyak yang mikirnya, "Yang penting masih dingin, ya udah." Padahal filter AC yang kotor bikin kompresor kerja ekstra. Cuci filter sendiri tiap dua minggu, dan panggil tukang servis minimal enam bulan sekali. Biaya servis ratusan ribu masih jauh lebih murah daripada beli AC baru.

2. Numpuk Barang Elektronik di Colokan yang Sama

Ini nih yang sering gue lihat di rumah pensiunan. Satu colokan dipakai buat TV, rice cooker, dispenser, charger HP, sampai setrika. Akibatnya bukan cuma listrik boros, tapi risiko korsleting meningkat. Apalagi rumah tua yang instalasi listriknya belum diperbarui.

Solusinya gampang: pakai colokan yang ada saklarnya, dan matikan saat nggak dipakai. Barang elektronik yang masih nyala standby tetap makan listrik, lho. TV yang "dimatikan" pakai remote tapi lampu merahnya masih nyala itu tetap nyedot daya. Kecil sih, tapi kalau ada lima barang, sebulan bisa jadi puluhan ribu rupiah terbuang percuma.

Ingat: colokan yang panas saat disentuh itu tanda bahaya. Jangan diabaikan.

3. Cuci Barang Elektronik Pakai Air Sembarangan

Ini kesalahan perawatan barang yang bikin banyak alat cepat rusak. Kipas angin, setrika, sampai rice cooker kadang dibersihkan pakai kain basah atau bahkan disiram. Awalnya kelihatan bersih, tapi lama-lama muncul karat di dalam dan korslet.

Untuk barang elektronik, cukup lap pakai kain kering atau sedikit lembap. Untuk bagian yang berdebu tebal, pakai kuas kecil atau vacuum cleaner mini. Kalau ada bagian yang bisa dilepas seperti baling-baling kipas, lepas dulu, cuci, keringkan benar-benar baru pasang lagi. Jangan pernah pasang dalam kondisi masih basah.

4. Kulkas Diisi Terlalu Penuh atau Terlalu Kosong

Banyak pensiunan yang tinggal berdua tetap punya kulkas besar dan diisi penuh "buat jaga-jaga kalau anak cucu datang." Padahal kulkas yang terlalu penuh bikin sirkulasi udara dingin nggak jalan, kompresor kerja lebih keras. Sebaliknya, kulkas terlalu kosong juga boros karena harus mendinginkan ruang kosong terus-menerus.

Idealnya isi kulkas sekitar 70 persen. Kalau memang isinya sedikit, taruh botol air minum yang sudah diisi untuk mengisi ruang. Selain hemat listrik, airnya jadi dingin dan siap diminum. Jangan lupa bersihkan karet pintu kulkas secara rutin, karena kalau sudah keras atau kotor, udara dingin bocor keluar.

Atur Suhu yang Tepat

Suhu kulkas yang pas itu sekitar 4 derajat Celsius untuk bagian bawah, dan -18 derajat untuk freezer. Kalau terlalu dingin, listrik boros dan sayuran cepat beku. Cek manualnya, atau beli termometer kulkas murah.

5. Lampu Rumah Masih Pakai Bohlam Lama

Ini mungkin keliatan sepele, tapi dampaknya besar. Banyak rumah pensiunan yang masih pakai lampu pijar atau neon lama karena "masih nyala kok." Padahal lampu LED sekarang harganya sudah murah dan hemat listrik sampai 80 persen. Umurnya juga jauh lebih panjang.

Gue pernah bantu tetangga ganti semua lampu di rumahnya dari neon ke LED. Total biaya sekitar 300 ribu, tapi tagihan listriknya turun hampir 50 ribu per bulan. Dalam setengah tahun, modalnya balik. Belum lagi lampu LED nggak panas, jadi ruangan lebih nyaman dan AC nggak kerja terlalu berat.

Selain ganti lampu, perhatikan juga kebiasaan menyalakan lampu di ruangan kosong. Kamar mandi, dapur, atau teras yang nggak dipakai ya matikan. Kalau perlu, pasang sensor gerak di area yang sering lupa dimatikan.

Yang Paling Penting: Ubah Kebiasaan, Bukan Cuma Beli Alat

Banyak orang langsung beli alat penghemat listrik atau timer mahal, tapi kebiasaannya nggak berubah. Ya percuma. Yang paling ampuh itu justru hal-hal kecil yang dilakukan konsisten setiap hari.

Coba mulai minggu ini: matikan barang yang nggak dipakai, tutup pintu saat AC nyala, bersihkan filter AC, dan cek colokan yang menumpuk. Nggak perlu langsung sempurna. Lakukan satu per satu, dan lihat sendiri tagihan listrik bulan depan. Kalau turun, itu tandanya kamu sudah di jalur yang benar.

Rumah tangga itu memang soal kebiasaan. Dan kabar baiknya, pensiunan justru punya waktu lebih banyak untuk memperhatikan hal-hal detail yang sering dilewatkan orang sibuk. Jadi manfaatkan waktu itu untuk hal yang bikin dompet lebih aman dan barang-barang di rumah lebih awet.

Tags: hemat energi perawatan barang rumah tangga pensiunan tips hemat listrik

Baca Juga: asustotovipwap.online