Sabtu, 31 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
tajasabjibazar.comtajasabjibazar.com
tajasabjibazar.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Berhenti Percaya 4 Mitos Ini, Pensiunan Justru Bis...

Berhenti Percaya 4 Mitos Ini, Pensiunan Justru Bisa Hemat Listrik

Banyak mitos soal hemat listrik yang justru bikin tagihan bengkak. Ini kenyataan yang perlu pensiunan tahu biar dompet aman.

Berhenti Percaya 4 Mitos Ini, Pensiunan Justru Bisa Hemat Listrik

Gue sering ngobrol sama tetangga yang sudah pensiunan, dan topiknya hampir selalu muter ke hal yang sama: tagihan listrik kok nggak turun-turun padahal udah hemat. Nah, dari obrolan-obrolan itu, gue sadar ada satu masalah besar yang jarang disadari. Bukan alatnya yang salah, tapi keyakinannya. Banyak mitos soal hemat energi yang sudah dipercaya puluhan tahun, padahal keliru.

Dan lucunya, mitos-mitos ini justru sering diwariskan dari mulut ke mulut, dari zaman dulu. Jadi wajar kalau pensiunan yang paling kena imbasnya. Yuk, kita bongkar satu-satu.

Baca juga: Polresta Bandung Uji Coba ETLE Handheld

Mitos 1: Cabut Colokan Setiap Saat Itu Wajib

Ini mitos paling populer. Katanya, kalau charger HP atau TV nggak dicabut, listrik tetap nyedot. Sebagian benar, sebagian bikin repot sendiri.

Faktanya, perangkat modern kayak charger ponsel itu konsumsi listriknya saat standby cuma sekitar 0,1 sampai 0,5 watt. Kecil banget. Kalau kamu cabut-cabut setiap hari, yang lebih berisiko justru colokan dan stopkontak cepat longgar. Stopkontak yang longgar malah bikin kontak nggak sempurna, panas, dan lama-lama bisa bikin korsleting.

Gue pernah lihat sendiri di rumah orang tua gue. Karena terlalu sering dicabut-pasang, stopkontaknya sampai goyang dan akhirnya harus ganti. Biaya ganti stopkontak plus panggil tukang jelas lebih mahal daripada hemat 0,5 watt itu.

Hemat listrik itu soal total pemakaian, bukan soal ritual cabut-mencabut yang bikin barang cepat rusak.

Yang lebih masuk akal: cabut perangkat yang memang boros saat standby, kayak set-top box TV kabel atau konsol game lama. Untuk charger HP, cukup cabut kalau memang mau pergi lama.

Mitos 2: Nyalakan-Matikan AC Lebih Hemat daripada Dibiarkan

Banyak yang percaya, kalau keluar kamar sebentar, AC wajib dimatikan biar hemat. Padahal ini justru bikin boros.

AC itu butuh energi paling besar saat awal dinyalakan, karena kompresor bekerja keras menurunkan suhu dari panas ke dingin. Kalau kamu matikan lalu nyalakan lagi 15 menit kemudian, kompresor dipaksa kerja ekstra berkali-kali. Hasilnya, listrik malah lebih banyak tersedot dibanding dibiarkan menyala dengan suhu stabil.

Saran gue yang lebih praktis buat pensiunan: atur suhu AC di 25 derajat Celsius, jangan 18. Selisih 1 derajat saja bisa menghemat sekitar 5-10 persen konsumsi listrik. Dan rutinlah cuci filter AC sebulan sekali. Filter kotor bikin AC kerja lebih berat, dan ini yang paling sering dilupakan.

Cek juga: barang lama yang diam-diam boros

Kalau di rumah masih ada kulkas atau mesin cuci berumur 15 tahun ke atas, itu bisa jadi sumber boros tersembunyi. Bukan salah kamu, memang teknologi lama konsumsinya lebih tinggi. Tapi sebelum buru-buru ganti, cek dulu karet pintu kulkas masih rapat atau tidak. Karet yang sudah getas bikin udara dingin bocor, dan kulkas bekerja nonstop.

Mitos 3: Lampu Neon Lebih Irit daripada Lampu Bohlam Biasa

Dulu, zaman sebelum LED, ini memang benar. Tapi sekarang, banyak rumah pensiunan masih pakai lampu neon (TL) karena dianggap paling irit. Padahal sudah ketinggalan.

Lampu LED modern konsumsinya bisa setengah sampai sepertiga dari lampu neon dengan tingkat terang yang sama. Umurnya juga jauh lebih panjang, bisa 15.000-25.000 jam, sementara neon biasanya cuma 8.000 jam. Jadi kalau dihitung total, LED lebih hemat dari sisi tagihan listrik dan dari sisi frekuensi ganti lampu.

Yang perlu diingat, neon juga mengandung merkuri. Kalau pecah, repot membersihkannya. Untuk rumah yang dihuni lansia, LED jelas lebih aman dan lebih praktis.

Mitos 4: Alat Hemat Energi Otomatis Bikin Tagihan Turun

Ini yang paling sering bikin kecewa. Banyak yang beli alat "penghemat listrik" yang katanya tinggal colok, tagihan langsung turun. Gue kasih tahu ya, mayoritas alat semacam itu nggak bekerja sesuai klaim.

Alat penghemat listrik rumahan biasanya cuma memperbaiki faktor daya, dan itu hanya berpengaruh untuk industri, bukan rumah tangga yang tagihannya dihitung per kWh. Jadi uangnya lebih baik dipakai untuk hal yang jelas manfaatnya.

Misalnya: ganti lampu ke LED, bersihkan filter AC, atau pasang timer sederhana untuk water heater. Water heater itu salah satu penyedot listrik terbesar di rumah, dan sering nyala tanpa perlu. Dengan timer, kamu bisa atur nyala hanya saat mau mandi pagi dan sore.

Kebiasaan kecil yang benar-benar ngaruh

  • Setrika sekaligus banyak, jangan sedikit-sedikit. Setrika butuh energi besar saat pemanasan awal.
  • Cuci pakaian dengan air dingin dan muatan penuh. Mesin cuci boros kalau dinyalakan setengah-setengah.
  • Buka jendela pagi hari untuk cahaya alami, kurangi pemakaian lampu di siang bolong.
  • Rawat barang secara rutin: bersihkan kulkas bagian belakang dari debu, cek karet pintu, dan jangan menaruh kulkas dekat kompor.

Gue sendiri dulu sempat percaya mitos nomor satu. Sampai akhirnya sadar, yang bikin tagihan bengkak justru kebiasaan membiarkan water heater menyala semalaman. Setelah dipasangi timer, tagihan bulanan turun cukup terasa, tanpa harus cabut-mencabut colokan tiap hari.

Intinya, hemat energi itu bukan soal ikut-ikutan kata orang. Cek dulu kenyataannya, lihat kebiasaan di rumah sendiri, dan rawat barangnya dengan benar. Untuk pensiunan yang ingin pengeluaran tetap terkendali, cara berpikir seperti ini jauh lebih berguna daripada percaya mitos yang beredar dari mulut ke mulut.

Kalau kamu punya kebiasaan hemat energi warisan orang tua dulu, coba deh dicek lagi. Bisa jadi itu mitos yang sudah saatnya ditinggalkan.

Tags: mitos hemat listrik pensiunan tagihan listrik perawatan barang rumah hemat energi rumah